Jenis-jenis Sablon

Sablon semakin berkembang setiap tahunnya, tidak hanya dari segi bisnisnya tetapi juga dari segi teknik dan material sablon yang digunakan. Kalau dulu kita hanya mengenal sablon menggunakan screen yang pengerjaannya digesut secara manual, kini muncul sablon digital yang menggunakan perangkat elektronik. Dulu kita mengenal material tinta sablon hanya seperti rubber atau plastisol saja, sekarang ada sablon polyflex yang menggunakan material polyvinyl atau polyurethane. Berikut ini jenis-jenis sablon yang sering digunakan konveksi termasuk konveksi semarang jika kita kelompokkan berdasarkan alat atau teknik menyablonnya.

  1. Sablon Screen (Sablon Gesut)

Sablon screen ini sering juga disebut sablon gesut atau sablon manual. Teknik sablon ini menggunakan screen yang terbuat dari Monofilament Polyester sebagai media untuk mencetak sablon ke media. Biasanya screen ini di bingkai menggunakan kayu atau alumunium. Sablon jenis ini cocok untuk untuk produksi jumlah tinggi, karena lebih menghemat waktu dan biaya. Namun ada hal-hal yang agak menjadi kendala, diantaranya adalah sulit untuk membuat desain dengan warna gradasi. Selain itu perlu ketelitian dan pengamatan yang baik saat mencampur warna agar di dapat warna yang sesuai.

  1. Sablon Polyflex

Sablon polyflex dalam pengerjaannya membutuhkan 2 alat utama yaitu mesin cutting dan mesin press panas. Mesin cutting yang digunakan mirip dengan yang digunakan untuk membuat cutting sticker. Sedangkan bahan yang dipakai adalah semacam lembaran vinyl yang sudah di olah agar dapat menempel ke material kaos apabila dipress pada suhu tertentu. Prosesnya adalah bahan poliflex dipotong sesuai dengan desain yang diinginkan, membuang bagian yang tidak terpakai dan kemudian menempelkan bahan ke kaos menggunakan mesin press panas.

Kelebihan dari sablon polyflex ini adalah hasil yang rapi pada sisi-sisinya, dikarenakan dipotong menggunakan mesin. Warna yang dihasilkan juga lebih awet dan lebih solid. Namun sablon polyflex ini tidak bisa digunakan untuk menciptakan warna gradasi. Material polyflex ini juga sangat rentan terhadap suhu panas setrika. Satu lagi kekurangan dari sablon ini adalah  Sablon polyflex ini lebih cocok untuk membuat kaos dengan jumlah satuan dan kaos dengan desain yang tidak membutuhkan banyak warna. 

  1. Sablon Direct to Garment

Sablon Direct to Garment (DTG) ini dibuat menggunakan printer yang telah dimodifikasi supaya dapat mencetak di material tekstil. Keuntungan dari teknik sablon ini adalah dapat mencetak sablon banyak warna dengan mudah dan cepat. Sedangkan kekurangan tenik ini terletak pada biaya yang tinggi. Harga mesin DTG ini relatif cukup mahal, mulai dari belasan sampe puluhan juta rupiah. Biaya perawatan juga harus diperhatikan karena bagian head dari printer sering mengalami masalah.

Baca juga: Klik —> Mengenal Sablon Rubber 

Kami dari “General Konveksi” siap mengerjakan kebutuhan sandang anda. Mulai dari kaos, kemeja, jaket, polo, kaos sepak bola, dll. 

Konveksi Semarang  cocok untuk kebutuhan, komunitas, organisasi, kantor, seragam pikinik, gathering dan lain-lain. Kami siap mengerjakan mulai dari jumlah satuan, puluhan, sampai ribuan pcs.

Silahkan kontak  kami untuk konsultasi desain dan harga. 

Tanyakan dulu saja, kami akan berusaha menjawab semampu kami. Silahkan juga liahat Instagram Konveksi Semarang juga untuk liat foto-foto terbaru. Dan juga Liat juga Facebook Konveksi Semarang 

Tidak perlu sungkantanyakan dulu saja ke Konveksi Semarang: ) 

Anggap kami sebagai teman anda, santai saja, silahkan tanyakan dulu saja : ) 

Alamat: Jalan Meranti Raya No. 140 Banyumanik, Semarang 

WA : 085641330992 

Bagikan & Diskusikan dengan teman :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on tumblr
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email