Kain Furing, Pengertian, Manfaat, dan Jenis-jenisnya

Halo teman-teman General Konveksi Semarang, kembali lagi kami akan membahas topik-topik yang berkaitan dengan dunia konveksi dan konveksi semarang. Kali ini kami akan membahas tentang kain furing. Kain Furing merupakan lapisan kain tambahan yang dipasang di bagian dalam pakaian, tas jaket ataupun beberapa benda lainnya yang kemudian dijahit menjadi satu kesatuan utuh. Dengan demikian, bisa dibilang kain ini merupakan kain yang kerap digunakan sebagai pelapis busana pada bagian dalam dan bersentuhan langsung dengan kulit.

Saat ini, kain furing banyak yang terbuat dari beragam jenis serat. Tergantung dari kebutuhan serta kualitas dari barang atau pakaian yang menggunakan lapisan tersebut. Mulai dari jenis rayon, satin hingga lapisan yang berbahan Sutra. Kain furing juga kerap disebut dengan nama lining. Lalu sebenarnya apa saja manfaat dari penggunaan furing ini. Berikut ini beberapa manfaat furing:

Manfaat

  1. Sebagai pelapis kain supaya tidak transparan

Lapisan ini kerap digunakan di pakaian atau busana yang memiliki bahan tipis atau tidak transparan misalnya pada kain sifon. Akhir-akhir ini, penggunaan kain jenis satu ini sering nampak di beragam jenis rok serta baju muslimah, gamis, atau beberapa jenis pakaian lainnya yang memiliki kesan transparan.

Menggunakan furing perlu dilakukan supaya baju atau rok yang di gunakan tidak tembus pandang ketika digunakan. Selain itu, penggunaannya juga bisa dilihat pada beragam jenis pakaian atau rok yang menggunakan bahan brokat pada tampilannya. Sehingga kain ini akan menutupi lapisan yang tembus pandang.

  1. Bermanfaat untuk mengurangi rasa panas

Selain itu, kain ini juga dapat digunakan dalam pakaian yang memiliki bahan agak panas. Dengan menggunakan lapisan furing, maka penggunanya bisa mengurangi ketidaknyamanan dari bahan tersebut. Misalnya ketika menggunakan jaket. Jaket yang memiliki bahan tebal serta warna gelap, tentu bisa menjadikan panas atau gerah ketika digunakan pada siang hari.

Untuk mengurangi rasa panas tersebut, Anda bisa ditambahkan furing yang memiliki bahan dingin. Hal ini perlu ditambahkan supaya Anda tetap merasa nyaman ketika menggunakan jaket tersebut. Akan tetapi, ternyata penggunaan lapisan furing untuk memberikan rasa hangat juga bisa. Seperti di dalam daerah-daerah yang memiliki suhu dingin, akan menambahkan bahan yang tentu dibutuhkan.

  1. Digunakan sebagai bahan penyerap keringat

Manakala Anda memiliki bahan yang kurang bisa menyerap keringat, maka Anda bisa mengatasinya dengan menggunakan kain furing yang memiliki karakteristik menyerap keringat. Hal ini dilakukan, supaya terdapat media dalam penyerapan keringat dan menjadikan lebih nyaman ketika digunakan.

  1. Mampu mengurangi lekuk tubuh

Manfaat selanjutnya, kain furing ternyata bisa digunakan untuk jenis pakaian yang menempel di badan. Seperti pakaian yang terbuat dari bahan satin. Biasanya bahan jenis ini manakala yang tidak menggunakan pelapis akan menempel pada kulit. Jika menempel, maka bisa buat bentuk tubuh terlihat. Dengan demikian, dianjurkan untuk menggunakan kain furing sebagai bahan pelapis di dalamnya.

  1. Mampu memberikan kesan rapi

Yang dimaksud dengan hal ini, penggunaan kain furing juga bisa menjadikan sesuatu menjadi semakin tampak lebih rapi. Seperti penggunaan pada tas atau koper. Dengan menggunakan kain furing maka bisa menutupi bekas bekas jahitan yang ada di dalamnya.

Jenis-jenis

Bahan lapisan dalam pakaian atau yang kerap disebut sebagai furing, bisa digunakan dengan beberapa jenis kain yang lembut, tidak terlalu tebal. Berikut beberapa jenis bahan yang cocok digunakan sebagai kain furing.

  1. Kain Ero

Nama lainya adalah kain holoe merupakan jenis kain yang kerap digunakan untuk seragam sekolah anak SD. Selain memiliki harga yang terjangkau, ternyata kain ini juga tidak begitu tipis manakala digunakan sebagai atasan. Akan tetapi, juga bisa digunakan sebagai bahan lapisan dalam atau untuk furing.

Memiliki karakteristik lembut, sedikit berbulu. Selain itu, ada juga yang mudah menyerap keringat, sehingga menjadi salah satu alasan kain ini digunakan sebagai kain furing. Terkait dengan jenis warnanya, kain ero memiliki banyak pilihan warna. Terkait dengan lebar bidangnya, kain satu ini memiliki lebar 100 enggak bisa disesuaikan dengan kebutuhan anda.

  1. Kain Asahi

Termasuk jenis kain yang banyak digunakan sebagai furing atau bahan lapisan dalam pakaian. Kain satu ini memiliki karakteristik halus serta sedikit panas karena terbuat dari 100% serat polyester. Selain itu, kain Asahi memiliki harga murah serta ringan sehingga cocok digunakan sebagai furing. Jenis pelapis dalam jaket selanjutnya yang bisa anda pilih yaitu furing satin Asahi. Kain furing ini sebenarnya hadir dengan ciri-ciri yang cenderung lebih kasar serta panas manakala dibandingkan dengan kain furing lainnya. Hal itu dikarenakan kain furing satin asahi memiliki kandungan polyester yang lebih banyak. Jenis kain ini dibuat dengan cara ditenun menggunakan teknik silang polos.

  1. Kain dormeuil

Jenis kain ini adalah jenis kain polyester yang memiliki fungsi sebagai bahan lapisan dalam pakaian atau furing. Kain satu ini juga kerap digunakan sebagai pembuatan kantong jaket. Kain ini memiliki harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan kain Ero serta Asahi. Harganya tidak mencapai Rp10.000 untuk setiap meternya. Selain itu, warnanya juga sangat beragam. Banyak sekali pilihan warna yang bisa Anda pilih. Jenis kain furing ini termasuk jenis furing yang memiliki karakteristik cukup tebal. Meskipun cukup tebal, ternyata tetap memiliki tekstur yang halus. Kain furing ini biasanya banyak digunakan sebagai pelapis jas serta jaket.

  1. Kain Tricot

Merupakan salah satu jenis material pelapis pakaian seperti viselin serta staplek yang dilengkapi dengan lem khusus. Kain ini kebanyakan memiliki karakteristik berserat seperti jaringan dapat serta dipasang dengan mudah pada bahan kain. Pemasangannya cukup dengan menggunakan setrika.

  1. Kain jala

Paling populer digunakan, sudah cukup terkenal dan banyak digunakan oleh beberapa konveksi untuk membuat dalaman jaket. Kain jala merupakan bahan kain yang bisa diaplikasikan langsung sebagai pelapis di dalam jaket. Kain jala ini banyak dipilih karena memiliki karakteristik yang nyaman, tidak tebal serta mampu menyerap keringat. Terkait dengan bentuknya, kurang lebih memiliki bentuk seperti jala ikan. Ada tetapi, kain satu ini dapat digunakan sebagai bahan pelapis dalam jaket.

  1. Kain polar

Berikutnya yang bisa digunakan sebagai dalaman jaketnya itu kain polar. Kain polar banyak dijadikan pilihan karena memiliki lapisan kapas pada bagian dalam serta luarnya. Kain polar memiliki karakteristik hangat, tidak panas dan nyaman manakala digunakan untuk membuat bahan dalaman jaket. Kain ini sangat cocok jika digunakan sebagai bagian dalam jaket karena kain ini hangat ketika digunakan.

  1. Kain katun

Merupakan kain yang terbuat dari bahan berupa serat kapas. Dalam bahasa Inggris, kain ini disebut dengan cotton karena memiliki arti kapas. Katun kerap digunakan sebagai pelapis jaket. Adapun jenis katun yang banyak dipilih yaitu katun polos ataupun kain katun bermotif kotak-kotak.

Baca juga: Jenis-jenis Kain Drill <— Klik

Source: olympics30.com

kain furing
Kain Furing (Source: fitinline.com)